Cabai Besar Tanjung 2 ditetapkan sebagai varietas unggul berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 240/Kpts/TP.240/4/2001 tanggal 4 April 2001.
Cabai Besar Tanjung 2 merupakan hasil seleksi individu tanaman cabai yang berada di daerah Tanjung, Brebes, yang merupakan sentra penghasil cabai merah besar. Cabai Tanjung 2 memiliki keunggulan berumur genjah dengan umur mulai panen 58 hari setelah tanam (HST). Hasil buah Tanjung 2 berwarna merah dengan panjang ± 11.2 cm (sedang) dan diameter buah ± 1.3 cm. Cabai Tanjung 2 memiliki keunggulan lain yaitu agak toleran terhadap penyakit antraknose / patek. Produksi hasil dapat mencapai 6 – 19.9 Ton per ha. Cabai Tanjung 2 cocok ditanam di dataran rendah – tinggi.
- PERSEMAIAN
-
Media Semai
Persiapkan media tanam biasanya campuran tanah subur, pupuk kandang, dan sekam. Campurkan sehingga menghasilkan media tanam yang gembur.
-
Alat Semai
Untuk media semai bisa menggunakan polybag ukuran kecil, tray semai plastik, atau tempat semai lainnya.
- Cara Semai
- Untuk benih yang akan digunakan direndam selama 1 malam. Keesokan harinya buanglah benih yang mengapung, sedangkan benih yang tenggelam adalah benih yang layak tanam. Jika dirasa perlu, dapat merendam benih dengan air yang telah dicampur fungisida.
- Siramlah media semai sebelum menyemai benih.
- Selanjutnya letakkan 1-2 benih per lubang tray semai kemudian tutup dengan benih dengan media semai tipis-tipis.
- Selanjutnya tutup rapat media semai dengan mulsa untuk menjaga kelembapan tanah dan mempercepat proses berkecambah.
- Umumnya benih cabai akan mulai tumbuh 7 hari setelah semai.
- Perawatan Semai
- Lakukan pengecekan benih yang mulai tumbuh sekaligus mengecek kelembapan tanah pada hari ke 4-5 setelah semai.
- Jika tanah dirasa kering, lakukan penyiraman dengan menggunakan sprayer.
- Berikan pupuk NPK jika diperlukan saat bibit berumur 15 hari dengan cara disiram.
- Lakukan penyemprotan fungisida, insektisida atau pemberian siputox jika diperlukan.
- Tambahkan 10%-20% bibit cadangan untuk penyulaman.
- PENGOLAHAN LAHAN
- Lakukan pembersihan lahan dari gulma agar pertumbuhan tidak terganggu dari inang hama dan penyakit
- Lakukan pembajakan tanah dan rotary untuk menggemburkan tanah.
- Berikan kapur pertanian jika PH <6 dan pupuk kandang pada saat olah tanah. Kemudian didiamkan selama 1 minggu.
- Kemudian buatlah bedengan dan berikan pupuk dasar secara merata di setiap bedengan kemudian bedengan ditutup dengan mulsa dan didiamkan selama 1 minggu.
- Setelah bibit siap tanam, buatlah lubang tanam pada mulsa dengan jarak 50x40 cm untuk single row dan 60x50 cm untuk double row zig-zag.
- PENANAMAN
- Bibit yang sudah memiliki minimal 5 daun atau berumur 1 bulan siap untuk dipindahkan ke lahan.
- Penanaman dilakukan dengan menanam bibit 1 per lubang tanam.
- Penanaman di lahan sebaikan dilakukan sore hari, agar bibit tidak mati karena panas.
- Lanjaran/turus ditancapkan bersamaan dengan penanaman atau maksimal 1 minggu setelah tanam, agar tidak merusak perakaran tanaman jika ditancapkan setelah tanaman sudah lebih besar.
- Lakukan penyiraman setelah selesai penanaman.
- PEMELIHARAAN TANAMAN
- Lakukan penyiraman setiap hari atau melihat kondisi tanah/
- Lakukan penyulaman tanaman yang mati hingga tanaman umur 7 hari.
- Teknik pewiwilan dapat dilakukan dengan melakukan pemangkasan tunas yang tumbuh dibawah cabang utama (V).
- Lakukan pengendalian gulma dengan cara penyiangan.
- Jika muncul gejala terserang hama / penyakit maka berikanlah penanganan pestisida yang sesuai dengan anjuran dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
- Berikan pupuk susulan pada HST 7 dan 21 hari, namun setelah tumbuh bunga dapat meberikan pupuk selama 7-10 hari sekali sampai selesai panen.
- PANEN
- Panen dilakukan jika buah sudah masak dan berwarna merah.
- Panen dilakukan dengan memetik tangkai buah agar buah dapat tahan lama.
- Umumnya panen dilakukan 5-7 hari sekali.
- Harap dapat diperhatikan ketika melakukan panen, untuk memperhatikan apakah ada tanaman yang terserang patek sehingga penyakit tidak menyebar lebih luas karena terbawa oleh tangan / pakaian yang sedang melakukan panen.