Tanaman Pangan

Benih Kedelai Anjasmoro

Nomor SK Kementan : 537/Kpts/TP.240/10/2001
Jenis : Kedelai Pangan (bahan baku tempe)
Bobot per 100 Biji : 14.8-15.3 gram/100 biji
Umur Panen (HST) : 82-92 HST
Potensi Hasil : 2.03-2.25 Ton per hektar

Kedelai Anjasmoro ditetapkan sebagai varietas unggul berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 537/Kpts/TP.240/10/2001 tanggal 22

Kedelai Anjasmoro merupakan varietas yang sangat diminati petani. Keunggulan Anjasmoro adalah lebih toleran dengan kondisi tanah jenuh air, tidak mudah rebah dan polong tidak mudah pecah. Selain itu Anjasmoro memiliki hasil polong yang banyak dengan bobot berkisar 14.8-15.3 gram/100 biji. Varietas Anjasmoro cocok untuk dijadikan bahan baku tempe karena rasanya terasa lebih gurih. Kandungan protein dari kedelai Anjasmoro tinggi 41.8%. Tingkat produktivitas tinggi berkisar 2.03-2.25 ton/ha. Anjasmoro dapat dipanen pada umur 82-92 hari setelah tanam.

  1. PENANAMAN
    • Lakukan pengolahan/persiapan lahan semaksimal mungkin kemudian dibuatkan saluran drainase guna memudahkan pengairan dan menghindari genangan air pada saat hujan.
    • Campurkan benih (seed treatment) dengan fungisida ataupun insektisida (sudah tersedia di dalam kemasan benih) dan berikan pupuk hayati sumber rhizobium bagi lahan yang sebelumnya tidak pernah ditanami kacang-kacangan.
    • Buat lubang tanam sedalam 2-3 cm dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 40 x 10 cm untuk 1-2 benih tanaman per lubang.
    • Tutup benih dengan tanah gembur tanpa dipadatkan.
    • Berikan pupuk NPK 15:15:15 dengan jarak 5 cm dari lubang tanam dengan cara dibenamkan.
    • Berikan pengairan yang cukup.
  2. TANAMAN UMUR 14 - 21 HARI
    • Lakukan pengendalian gulma dengan cara penyiangan.
  3. TANAMAN UMUR 30-35 HARI (FASE BERBUNGA)
    • Berikan pupuk susulan pertama dengan menggunakan pupuk urea / NPK
    • Berikan pengairan yang cukup selama masa pembungaan hingga masa pengisian polong
    • Kendalikan gulma selama fase berbunga hingga masa panen.
    • Jika muncul gejala terserang hama / penyakit maka berikanlah penanganan pestisida yang sesuai dengan anjuran dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
  4. TANAMAN UMUR 45-50 HARI
    • Berikan pupuk susulan kedua dengan menggunakan pupuk urea/NPK. Total kebutuhan pupuk NPK 300 kg/ha untuk 1 kali masa panen.
  5. PANEN
    • Panen dilakukan pada umur 82 - 92 hari setelah tanam ditandai sudah mulai tua dan kering