Tanaman Pangan

Benih Kacang Tanah Tasia 2

Nomor SK Kementan : 487/HK.540/C/10/2019
Keunggulan : Tahan layu bakteri, agak tahan kutu kebul dan bercak daun
Bentuk Biji : Bulat
Warna Biji : Merah Muda (tan)
Jumlah Polong : ± 20 polong/tanaman
Bobot per 100 Biji : 46.8 gram/100 biji
Umur Panen (HST) : ± 90 – 95 hari
Potensi Hasil : 4.32 ton/ha polong kering

Kacang tanah varietas Tasia 2 ditetapkan sebagai varietas unggul berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 487/HK.540/C/10/2019 tanggal 22 Oktober 2019

Kacang Tanah merupakan makanan yang banyak diminati masyarakat. Kacang Tanah varietas Tasia 2 memiliki keunggulan tahan terhadap penyakit utama kacang tanah, yaitu tahan terhadap hama layu bakteri dan agak tahan kutu kebul dan bercak daun. Selain tahan terhadap layu bakteri, Tasia 2 memiliki produktivitas tinggi dengan jumlah polong per tanaman ±20 polong. Jumlah biji per polong rata-rata 2 biji. Biji berbentuk bulat dan berwarna merah muda. Biji Tasia 2 memiliki bobot 46.8 gr/100 biji. Umur panen ± 90 – 95 hari. Potensi hasil Tasia 2 dapat mencapai 4.32 ton/ha polong kering.

  1. PENANAMAN
    • Pilihlah benih kacang tanah yang bernas, ketika sudah dibuka dari polongnya. Benih kacang tanah yang layak tanam sekitar 60-65% dari total berat kemasan.
    • Lakukan pengolahan/persiapan lahan semaksimal mungkin kemudian dibuatkan saluran drainase guna memudahkan pengairan dan menghindari genangan air pada saat hujan.
    • Campurkan benih (seed treatment) dengan fungisida ataupun insektisida (sudah tersedia di dalam kemasan benih) dan berikan pupuk hayati sumber rhizobium bagi lahan yang sebelumnya tidak pernah ditanami kacang-kacangan.
    • Buat lubang tanam sedalam 2-3 cm dengan jarak tanam 40 x 15 cm untuk 1 benih tanaman per lubang.
    • Tutup benih dengan tanah gembur tanpa dipadatkan.
    • Segera lakukan irigasi/penyiraman setelah selesai tanam
    • Berikan pupuk NPK 15:15:15 dengan jarak 5 cm dari lubang tanam dengan cara dibenamkan.
  2. TANAMAN UMUR 10-14 HARI
    • Lakukan pengendalian gulma dengan cara penyiangan.
  3. TANAMAN UMUR 28-30 HARI (FASE BERBUNGA)
    • Wajib melakukan penggemburan tanah, sekaligus melakukan pembubunan
    • Berikan pupuk susulan pertama dengan menggunakan pupuk urea / NPK
    • Berikan pengairan yang cukup selama masa pembungaan hingga masa pengisian polong (60-70 HST)
    • Kendalikan gulma selama fase berbunga hingga masa panen.
    • Jika muncul gejala terserang hama / penyakit maka berikanlah penanganan pestisida yang sesuai dengan anjuran dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
  4. PANEN
    • Panen dilakukan pada umur 90-95 hari
    • Panen dilakukan dengan mencabut tanaman pada tingkat kelembaban tanah tertentu sehingga polong tidak tertinggal akibat tanah yang terlalu kering.