Jagung Srikandi Ungu ditetapkan sebagai varietas unggul berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No 337/Kpts/TP.010/05/2018.
Jagung Srikandi Ungu memiliki cita rasa yang enak, pulen, gurih dan lembut. Selain itu jagung ini memiliki kandungan Antosianin yang tinggi yang baik untuk Kesehatan untuk menangkal radikal bebas. Varietas Srikandi Ungu dapat dipanen umur 65 - 75 HST. Potensi hasil dari varietas ini mencapai 8.5 ton per hektar. Varietas ini agak tahan terhadap penyakit bulai dan tahan rebah. Varietas ini direkomendasikan untuk ditanam di lahan kering bercurah hujan sedang.
- PENGOLAHAN LAHAN
- Lakukan pembersihan lahan dari gulma agar pertumbuhan tidak terganggu dari inang hama dan penyakit
- Lakukan pembajakan tanah dan rotary untuk menggemburkan tanah.
- Berikan kapur pertanian jika PH tanah < 6 dan pupuk kandang pada saat olah tanah. Kemudian didiamkan selama 1 minggu.
- Kemudian buatlah bedengan berukuran 110 cm dengan tinggi 20-30 cm disesuaikan dengan musim dan berikan pupuk dasar secara merata di setiap bedengan.
- Kebutuhan pupuk kandang 6 ton per hektar dan pupuk dasar NPK 600kg per hektar.
- Kemudian tutup permukaan bedengan dengan tanah secara merata.
- PENANAMAN
- Lakukan pengairan / penyiraman bedengan agar tanah gembur sebelum penanaman.
- Buatlah lubang tanam dengan tugal sedalam 3-5 cm untuk 1 benih per lubang tanam. Kemudian tutup dengan tanah tipis.
- Kemudian lakukan penyiraman setelah tanam.
- PEMELIHARAAN TANAMAN
- Penyiraman dilakukan jika kondisi kering.
- Lakukan pengendalian gulma sebanyak 2 kali.
- Lakukan pembumbunan pada saat tanaman berumur 4 / 5 minggu untuk menjaga tanaman agar tanaman tidak mudah rebah.
- Pemupukan dilakukan 3 kali saat umur 2 minggu setelah tanam, 5 minggu setelah tanam dan 8 minggu setelah tanam dengan cara tugal.
- Jika muncul gejala terserang hama / penyakit maka berikanlah penanganan pestisida yang sesuai dengan anjuran dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
- PANEN
- Panen mulai dilakukan ketika tanaman berumur 65 - 75 HST