Tanaman Hortikultura

Benih Edamame Varietas Biomax 2

Nomor SK Kementan : 345/Kpts/SR.130/D/IV/2021
Jenis : Kedelai Sayur / Edamame
Warna : Polong dan biji muda berwarna hijau
Rasa Polong Muda : Manis
Bobot Polong Muda : 45-98 gram/tanaman
Bobot per 100 : 298-356 gram/100 polong muda
Rekomendasi : Dataran menengah
Umur Panen (HST) : 70-72 HST (Polong Muda)
Potensi Hasil : 8.5-16.4 Ton per hektar (panen polong muda)

Edamame Varietas Biomax 2 ditetapkan sebagai varietas unggul berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 345/Kpts/SR.130/D/IV/2021 tanggal 26 April 2021 tentang Tanda Daftar Varietas Tanaman Hortikiltura Kedelai Sayur (Edamame).

Edamame (Kedelai Sayur) merupakan cemilan tradisional Jepang yang saat ini telah banyak diminati oleh masyarakat. Edamame Biomax 2 memiliki kualitas ekspor dengan keunggulan produktivitas polong muda tinggi (8.5-16.4 Ton/Ha) dimana produktivitas polong muda berbiji 2 dan 3 juga tinggi (7.1-13.2 Ton/Ha). Selain produktivitas tinggi rasa biji muda Biomax 2 manis (direbus) dan tidak berbau langu. Polong dan biji yang masih muda berwarna hijau dan memiliki bobot 298.6 -355.9 gr/100 polong. Tinggi tanaman mencapai 39-48 cm dengan diameter batang 5.9-8.4 mm. Jumlah cabang produktif 2-4 dan jumlah buku subur 8-9 buah. Umur Panen mulai dari 70-72 hari setelah tanam. Kebutuhan benih 87-96 Kg per hektar. Edamame Biomax 2 sangat cocok dikembangkan di dataran menengah.

  1. PENANAMAN
    • Lakukan pengolahan/persiapan lahan semaksimal mungkin kemudian dibuatkan saluran drainase guna memudahkan pengairan dan menghindari genangan air pada saat hujan.
    • Campurkan benih (seed treatment) dengan fungisida ataupun insektisida (sudah tersedia di dalam kemasan benih) dan berikan pupuk hayati sumber rhizobium bagi lahan yang sebelumnya tidak pernah ditanami kedelai.
    • Buat lubang tanam sedalam 2-3 cm dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 40 x 10 cm untuk 1 benih tanaman per lubang.
    • Tutup benih dengan tanah gembur tanpa dipadatkan.
    • Berikan pupuk NPK 15:15:15 dengan jarak 5 cm dari lubang tanam dengan cara dibenamkan.
    • Berikan pengairan yang cukup. 
  2. TANAMAN UMUR 14 – 21 HARI
    • Lakukan pengendalian gulma dengan cara penyiangan.
  3. TANAMAN UMUR 30-35 HARI (FASE BERBUNGA)
    • Berikan pupuk susulan pertama dengan menggunakan pupuk urea / NPK
    • Berikan pengairan yang cukup selama masa pembungaan hingga masa pengisian polong
    • Kendalikan gulma selama fase berbunga hingga masa panen.
    • Jika muncul gejala terserang hama / penyakit maka berikanlah penanganan pestisida yang sesuai dengan anjuran dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
  4. TANAMAN UMUR 45-50 HARI
    • Berikan pupuk susulan kedua dengan menggunakan pupuk urea/NPK. Total kebutuhan pupuk NPK 300 kg/ha untuk 1 kali masa panen.
  5. PANEN
    • Panen dilakukan pada umur 67-70 hari setelah tanam ditandai dengan polong masih berwarna hijau segar (belum menguning) dan polong berisi penuh.