Tanaman Hortikultura

Benih Buncis Tegak Balista 1

Nomor SK Kementan : 4702/Kpts/SR.120/11/2011
Jenis : Buncis biji hitam
Tipe Pertumbuhan : Tidak merambat
Umur Panen (HST) : 53-55 hari (panen polong muda)
Rekomendasi : Dataran menengah dengan ketinggian 400 – 500 mdpl
Potensi Hasil : 18.4 - 19 Ton per hektar

Buncis Balitsa 1 ditetapkan sebagai varietas unggul berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4702/Kpts/SR.120/11/2011.

Buncis Balitsa 1 memiliki ciri khas tanamannya yang tumbuh tegak tidak merambat seperti tanaman buncis varietas lainnya. Keunggulan lainnya berumur genjah (53 – 55 HST), berbunga serempak dan dipanen untuk baby buncis. Warna biji varietas Balitsa 1 adalam hitam kebiruan. Potensi hasil dari varietas Balitsa 1 mencapai 18.4 – 19 ton per hektar. Direkomendasikan untuk ditanam pada ketinggian di 400 - 500 mdpl.

  1. PENGOLAHAN LAHAN
    • Lakukan pembersihan lahan dari gulma agar pertumbuhan tidak terganggu dari inang hama dan penyakit
    • Lakukan pembajakan tanah dan rotary untuk menggemburkan tanah.
    • Berikan kapur pertanian jika PH tanah < 6 dan pupuk kandang pada saat olah tanah. Kemudian didiamkan selama 1 minggu.
    • Kemudian buatlah bedengan berukuran 110 cm dengan tinggi 20-30 cm disesuaikan dengan musim dan berikan pupuk dasar secara merata di setiap bedengan.
    • Kebutuhan pupuk kandang 6 ton per hektar dan pupuk dasar NPK 600kg per hektar.
    • Kemudian tutup permukaan bedengan dengan tanah secara merata.
    • Selanjutnya tutup bedengan dengan mulsa dan diikuti dengan membuat lubang mulsa sesuai jarak tanam (60 x 50 cm).
  2. PENANAMAN
    • Lakukan pengairan / penyiraman bedengan agar tanah gembur sebelum penanaman.
    • Buatlah lubang tanam dengan tugal sedalam 3-5 cm untuk 1-2 benih per lubang tanam. Kemudian tutup dengan tanah tipis.
  3. PEMELIHARAAN TANAMAN
    • Berikan pengairan secara rutin pagi dan sore pada fase awal pertumbuhan. Benih buncis akan mulai tumbuh 5-8 HST.
    • Karena tipe pertumbuhannya tidak merambat (tegak seperti tanaman kedelai), jadi tidak membutuhkan lanjaran.
    • Lakukan pengendalian gulma dengan cara penyiangan baik gulma yang ada di lubang mulsa maupun yang ada di saluran air/parit agar tidak menjadi sarang hama.
    • Pemupukan pertama dilakukan ketika umur 10 HST dengan cara kocor. Pupuk susulan selanjutnya dilakukan setiap 7 hari sekali sampai panen.
    • Jika muncul gejala terserang hama / penyakit maka berikanlah penanganan pestisida yang sesuai dengan anjuran dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
  4. PANEN
    • Panen sayur dilakukan ketika tanaman berumur 53 HST