Tanaman Hortikultura

Benih Kangkung Sutera

Nomor SK Kementan : 436/Kpts/TP.240/7/1984
Jenis : Kangkung berdaun lebar
Umur Panen (HST) : 35-45 hari
Rekomendasi : Dataran rendah – tinggi
Potensi Hasil : Daun 12 - 44 Ton per hektar
Rasa : Batang renyah, enak dan tidak berlendir

Kangkung Sutera ditetapkan sebagai varietas unggul berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 436/Kpts/TP.240/7/1984 tanggal 12 Juli 1984.

Kangkung Sutera memiliki warna daun hijau keputihan dengan rasa renyah, cukup enak dan tidak berlendir. Mulai dapat dipanen untuk sayur 35-45 hari setelah tanam. Potensi hasil sayur mencapai 12 - 44 ton daun per hektar. Kangkung Sutera cukup tahan terhadap penyakit karat daun dan virus keriting. Cocok untuk dikembangkan di dataran rendah – tinggi termasuk di lahan kering.

  1. PENGOLAHAN LAHAN
    • Lakukan pembersihan lahan dari gulma agar pertumbuhan tidak terganggu dari inang hama dan penyakit
    • Lakukan pembajakan tanah dan rotary untuk menggemburkan tanah.
    • Berikan kapur pertanian jika PH tanah < 6 dan pupuk kandang pada saat olah tanah. Kemudian didiamkan selama 1 minggu.
    • Kemudian buatlah bedengan berukuran 110 cm dengan tinggi 20-30 cm disesuaikan dengan musim dan berikan pupuk dasar secara merata di setiap bedengan.
    • Kemudian tutup permukaan bedengan dengan tanah secara merata.
  2. PENANAMAN
    • Lakukan pengairan / penyiraman bedengan agar tanah gembur sebelum penanaman.
    • Buatlah alur di atas bedengan dan jarak setiap alur 15-20 cm. Jika penanaman untuk benih dapat membuat lubang tanam dengan jarak tanam 30 x 20 cm.
    • Kemudian tanam benih kangkung di alur yang telah dibuat dengan cara tebar tipis dengan kerapatan 3-4 benih per 1 cm panjang alur.
    • Selanjutnya tutup alur dengan tanah yang telah dicampur dengan sekam dengan ketebalan 0.5 – 1 cm.
    • Lakukan penyiraman rutin dengan menggunakan sprayer dan sesuaikan agar percikan air halus.
  3. PEMELIHARAAN TANAMAN
    • Pemupukan pertama dilakukan ketika umur 10 HST dengan melarutkan pupuk NPK. Pupuk susulan kedua dilakukan ketika umur 15-17 HST.
    • Lakukan penjarangan tanaman jika diperlukan, sebaiknya di umur 15 HST sebelum dilakukan pupuk susulan kedua.
    • Lakukan pengendalian gulma dengan cara penyiangan sebelum pupuk susulan kedua.
    • Lakukan penyiraman tanaman seoptimal mungkin sebelum panen umur 35-45 HST.
    • Jika muncul gejala terserang hama / penyakit maka berikanlah penanganan pestisida yang sesuai dengan anjuran dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
  4. PANEN
    • Panen sayur dilakukan ketika tanaman berumur 30-45 HST
    • Lakukan penyiraman sehari sebelum panen agar memudahkan pencabutan tanaman.
    • Cara panen dengan mencabut kangkung beserta akarnya, atau memotong batang kangkung.
    • Cuci akar tanaman kemudian susun rapi untuk dikeringkan.